Wednesday 16th of September 2026

Sadis! Sopir Travel Tewas Ditembak KKB di Jalur Trans Papua Usai Dipaksa Ucap Merdeka, Jubir TPNPB-OPM Klaim Bertanggung Jawab

Sadis! Sopir Travel Tewas Ditembak KKB di Jalur Trans Papua Usai Dipaksa Ucap Merdeka, Jubir TPNPB-OPM Klaim Bertanggung Jawab

--

MITRA AUTO - Aksi teror dan kekerasan bersenjata yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Papua Pegunungan kembali memakan korban jiwa dari kalangan warga sipil. Seorang sopir travel lintas kabupaten bernama Aris Sanda (Bapak Tasya) dilaporkan tewas mengenaskan setelah ditembak oleh kelompok separatis tersebut.

Peristiwa kriminalitas jalanan ini terjadi di ruas jalan jalur strategis Trans Wamena-Nduga, tepatnya di kawasan Habema, Distrik Ilekma, Kabupaten Jayawijaya.

Berdasarkan kronologi kejadian yang dihimpun petugas dari saksi selamat, insiden memprihatinkan ini bermula ketika korban tengah mengendarai mobil taksi angkutan lajuran miliknya untuk menjemput rombongan masyarakat sipil setempat.

Baca juga: Cek Spesifikasi dan Rincian Harga Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra di Indonesia, Hadirkan Chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5

Di tengah perjalanan yang sepi dan dikelilingi hutan lebat, kendaraan korban dihentikan secara paksa oleh sekelompok anggota KKB yang menenteng senjata api laras panjang organik. Korban kemudian diturunkan dan disandera di pinggir jalan oleh kelompok militan bersenjata tersebut.

Sebelum dieksekusi secara keji, sebuah rekaman video propaganda pendek sempat beredar di internet memperlihatkan detik-detik korban berada di bawah tekanan penodongan senjata api. Korban dipaksa memegang bendera bintang kejora serta diperintahkan oleh anggota kelompok separatis untuk menyuarakan kalimat dukungan terhadap kemerdekaan Papua.

Meskipun korban berada dalam posisi pasrah dan menuruti intimidasi verbal tersebut demi menyelamatkan nyawa, para pelaku tetap melepaskan tembakan jarak dekat yang mengenai bagian vital tubuh korban hingga menyebabkannya tewas seketika di lokasi kejadian.

Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom, merilis pernyataan resmi yang mengonfirmasi bahwa pasukannya berada di balik penyerangan maut tersebut.

Pihak OPM berdalih melakukan penembakan karena mencurigai sang sopir sipil bertindak sebagai mata-mata atau informan bagi pergerakan logistik intelijen TNI-Polri di pedalaman Papua Pegunungan. Tuduhan sepihak tersebut langsung dibantah keras oleh pihak kerabat dan paguyuban sopir Wamena yang menegaskan almarhum murni warga sipil pencari nafkah harian.

Baca juga: Blak-blakan Purbaya Yudhi Sadewa Ungkap Alasan Dicopot dari Jabatan Menteri Keuangan

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, membenarkan terjadinya peristiwa penyerangan bersenjata tersebut dan menyatakan tim gabungan TNI-Polri telah diterjunkan ke TKP.

Pasukan khusus segera melakukan proses evakuasi jenazah Aris Sanda menuju RSUD Wamena guna visum medis sebelum dipulangkan ke kampung halaman. Satgas Damai Cartenz bersama unit kepolisian setempat kini memperketat pengamanan patroli bersenjata di sepanjang jalur Trans Papua Habema serta melakukan pengejaran intensif terhadap kelompok bersenjata yang melarikan diri ke dalam hutan.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST