Wednesday 16th of September 2026

Terjaring OTT KPK di Jabodetabek, Ini Profil dan Jejak Karier Bos Summarecon Adrianto Pitojo Adhi

Terjaring OTT KPK di Jabodetabek, Ini Profil dan Jejak Karier Bos Summarecon Adrianto Pitojo Adhi

--

MITRA AUTO - Dunia usaha dan industri properti nasional digemparkan oleh kabar penegakan hukum berskala besar yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga antirasuah tersebut secara resmi menetapkan Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), Adrianto Pitojo Adhi, sebagai tersangka atas kasus dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Langkah hukum ini diambil setelah dirinya terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh tim KPK di wilayah Jabodetabek. Peristiwa mengejutkan ini langsung memicu perhatian serius publik, dan profil serta rekam jejak karier dari sang bos properti kini banyak dicari warganet.

Baca juga: Menteri Pertanian Rilis 25 Merek Beras Fortifikasi Bermasalah dengan Kerugian Capai Rp89 Triliun, Diduga Palsukan Label Mutu SNI

Adrianto Pitojo Adhi merupakan sosok pemimpin senior papan atas di sektor industri real estat tanah air yang lahir di Solo, Jawa Tengah, pada 1 November 1958. Ia memiliki latar belakang pendidikan profesi yang sangat kuat di bidang rancang bangun setelah sukses menyelesaikan studi strata satu di jurusan Teknik Arsitektur Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, pada tahun 1985. Keberhasilannya menduduki kursi kepemimpinan tertinggi di salah satu emiten properti terbesar di Indonesia diraih lewat perjuangan panjang dan dedikasi profesional yang dimulai benar-benar dari tingkat bawah.

Jejak awal karier Adrianto pasca-lulus kuliah dimulai dengan menjadi seorang arsitek lepas (freelance) di Jakarta. Pada masa awal tersebut, ia merintis pengalaman dengan mendesain rumah tinggal, mengerjakan proyek renovasi bangunan kecil, bahkan merangkap sebagai kontraktor skala kecil demi mengasah kemampuan teknis dan manajerial lapangannya.

Perjalanan karier profesionalnya di korporasi besar mulai terbentuk ketika ia resmi bergabung dengan PT Summarecon Agung Tbk pada tahun 2005. Berkat kepemimpinan yang adaptif dan rekam jejak kerja yang konsisten, posisinya terus merangkak naik hingga akhirnya ia dipercaya menjabat sebagai salah satu Direktur perseroan pada tahun 2013.

Puncak karier korporasinya tercapai dalam forum Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 10 Juni 2015, di mana para pemegang saham sepakat menunjuk Adrianto Pitojo Adhi secara resmi sebagai Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk.

Baca juga: Link Video La Tasya Viral di TikTok Sukses Bikin Salfok Jutaan Orang, Daripada Penasaran Langsung Gercepin Sekarang!

Di bawah kendali manajemennya selama belasan tahun, emiten berkode saham SMRA ini sukses melakukan ekspansi wilayah perkotaan terpadu (township) yang masif di berbagai daerah strategis, mulai dari Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Karawang, Makassar, Bandung, hingga proyek terbarunya di Summarecon Bogor yang kini sedang tersandung masalah hukum pertanahan.

Namun, reputasi cemerlang di industri properti tersebut kini harus menghadapi ujian hukum berat setelah KPK mengamankan dirinya bersama 16 orang lainnya dalam operasi senyap pada Senin malam. Berdasarkan rilis resmi dari Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Adrianto diduga terlibat dalam praktik pemberian uang suap senilai Rp1,5 miliar untuk memuluskan pembukaan blokir lahan serta pemecahan sertifikat HGB lahan proyek Summarecon di Kabupaten Bogor yang sempat disengketakan oleh ahli waris setempat.

KPK bahkan menyita barang bukti berupa puluhan boks dan 20 koper berisi tumpukan uang tunai rupiah serta valuta asing dengan nilai taksiran mencapai ratusan miliar rupiah dari rentetan OTT jaringan mafia tanah tersebut. Pasca-menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih, Adrianto langsung dipakaikan rompi tahanan berwarna oranye dengan tangan diborgol untuk menjalani penahanan resmi selama 20 hari ke depan.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST