Monday 16th of February 2026

Sisi Gelap Jepang Kuasai Material Chip Dunia: Dominasi ABF Ajinomoto dan Bahan Semikonduktor Krusial Lainnya

Sisi Gelap Jepang Kuasai Material Chip Dunia: Dominasi ABF Ajinomoto dan Bahan Semikonduktor Krusial Lainnya

--

Keunggulan ini berakar dari investasi R&D jangka panjang, standar kualitas ekstrem, dan ekosistem industri yang terintegrasi. Jepang pernah mendominasi pasar chip secara keseluruhan pada 1980-an (lebih dari 50%), namun turun drastis menjadi sekitar 10% akibat persaingan dari Taiwan, Korea Selatan, dan AS. Strategi baru pemerintah Jepang sejak 2022 adalah fokus pada “dapur” atau rantai pasok hulu: material, peralatan, dan komponen spesialis yang membuat seluruh dunia bergantung pada Jepang.

Pemerintah Jepang mendukung revival ini melalui subsidi besar-besaran (sekitar 0,71% GDP atau lebih dari US$25 miliar antara 2022–2025), termasuk pendanaan Rapidus untuk produksi chip 2 nm mulai 2027. Investasi asing seperti pabrik TSMC di Kumamoto (US$17 miliar) dan kolaborasi dengan IBM semakin memperkuat posisi Jepang. Di tengah ketegangan geopolitik AS-China, termasuk kontrol ekspor material canggih, dominasi Jepang di material krusial memberikan leverage strategis untuk keamanan ekonomi dan nasional.

Baca juga: Game Anti Ribet! Redling 2 & Echo: Masterpiece Inovatif Komunitas Scratch Februari 2026

Baca juga: Harga Emas Hari Ini 14 Februari 2026 Turun Tajam, Cek Daftar Terbarunya Disini!

Meski demikian, tantangan tetap ada: ketergantungan pada impor bahan baku tertentu (seperti gallium dari China), kekurangan talenta di bidang litografi canggih, dan persaingan ketat dari ekosistem Taiwan-Korea-AS. Namun, dengan keunggulan di material high-purity dan inovasi berkelanjutan, Jepang tetap menjadi pemain tak tergantikan di era AI dan komputasi kuantum.

Ajinomoto Build-up Film hanyalah salah satu contoh bagaimana Jepang mengubah keahlian kimia sehari-hari menjadi senjata strategis global. Di tengah perlombaan teknologi dunia, rahasia Jepang bukan lagi pada memproduksi chip terbanyak, melainkan menguasai bahan baku yang membuat semua chip modern bisa ada. Dominasi ini memastikan Jepang tetap esensial dalam rantai pasok semikonduktor global hingga dekade mendatang.

 
Source:

Update Terbaru

RELATED POST