Pelayanan MBG Tetap Berjalan Saat Ramadan dan Lebaran 2026, BGN Pastikan Gizi Seimbang Tetap Terpenuhi
--
Manfaat dan Dampak Program MBG
Program MBG tidak hanya menyediakan makanan, tapi juga mendidik pola makan sehat sejak dini. Data awal dari BGN menunjukkan peningkatan asupan gizi pada penerima manfaat, termasuk penurunan kasus kekurangan zat besi dan vitamin A di kalangan balita. Kolaborasi dengan mitra lokal seperti UMKM katering, petani, dan nelayan juga memperkuat ekonomi daerah melalui pengadaan bahan baku segar dan berkelanjutan.
Dalam konteks Ramadan dan Lebaran, keberlanjutan MBG menjadi simbol komitmen pemerintah terhadap kesejahteraan rakyat. Meski ada penyesuaian operasional, esensi program tetap: memastikan tidak ada anak atau ibu yang kekurangan gizi di tengah momentum spiritual dan kebersamaan keluarga.
Baca juga: PT Semen Padang Lepas Pengiriman Perdana SEPABLOCK untuk Hunian Tetap Pascabencana Sumatera
Baca juga: Tragedi Maut di Kisaran Sumut, Toyota Fortuner Tertabrak KA Putri Deli, Dua Anak Tewas, Kakek Kritis
Imbauan dan Harapan ke Depan
BGN mengimbau seluruh mitra pelaksana (sekolah, posyandu, puskesmas, dan mitra katering) untuk mematuhi standar keamanan pangan dan akuntabilitas distribusi. Masyarakat juga diharapkan melaporkan jika menemukan ketidaksesuaian layanan melalui kanal resmi BGN.
Dengan skema yang matang ini, Program MBG diharapkan terus menjadi pilar utama dalam upaya Indonesia mencapai generasi emas 2045 yang sehat, cerdas, dan bergizi. Ramadan 2026 bukan hanya bulan puasa, tapi juga kesempatan memperkuat ketahanan gizi nasional. Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankannya, dan semoga program ini terus memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.