Koma Selama 7 Tahun Akibat Dikeroyok Oknum Pesilat, Eks Kasat Reskrim Wonogiri Tutup Usia AKBP Anumerta Aditia Mulya Ramdhani
--
MITRAAUTO ID - Institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya Kepolisian Daerah Jawa Tengah, tengah dirundung duka cita yang teramat mendalam. Mantan Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Kepolisian Resor Wonogiri, Komisaris Polisi (Kompol) Aditia Mulya Ramdhani, dilaporkan resmi mengembuskan napas terakhirnya.
Perwira menengah yang dikenal berdedikasi tinggi tersebut meninggal dunia setelah menjalani masa koma yang sangat panjang selama kurang lebih tujuh tahun lima bulan di atas ranjang perawatan medis.
Baca juga: Viral Gegar Isu Transparansi Donasi Perempuan, Siapa Sisters In Danger?
Kabar duka tersebut dikonfirmasi secara resmi oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Yuliyanto, kepada awak media pada Senin, 26 Oktober 2026.
Pihak kepolisian menerangkan bahwa Kompol Aditia dinyatakan meninggal dunia pada pukul 03.00 WIB dini hari di rumah sakit. Kepergian perwira ini memicu gelombang belasungkawa yang masif dari rekan sejawat maupun masyarakat luas yang bersimpati pada perjuangan medis panjang sang polisi sejak peristiwa kelam tahun 2019 silam.
Kilas balik ke belakang, penderitaan fisik yang dialami oleh Kompol Aditia bermula dari sebuah insiden pengeroyokan brutal yang terjadi pada bulan Mei 2019 di wilayah Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kala itu, Aditia yang masih menyandang pangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) tengah turun langsung ke lapangan pada malam hari guna menjalankan tugas mulia melerai bentrokan fisik masal yang pecah di antara dua kelompok massa dari perguruan pencak silat lokal yang berseteru.
Nahas, di tengah situasi kericuhan yang tidak terkendali, ia justru menjadi sasaran amukan dan penganiayaan secara membabi buta oleh sekelompok oknum pesilat yang bertindak anarkis. Akibat pengeroyokan keji tersebut, Aditia mengalami luka trauma fisik yang teramat parah, terutama pada bagian batok kepala belakang dan organ otak, yang seketika membuatnya jatuh ke dalam kondisi tidak sadarkan diri atau koma total sejak malam kejadian tersebut.
Baca juga: Link Video Viral 12-27 Detik Bilqis Banyuwangi Full HD Gratis, Sekali Lihat Langsung Terpesona
Selama rentang waktu tujuh tahun berlalu, berbagai upaya penanganan medis terbaik dan maksimal sejatinya telah diikhtiarkan secara konsisten oleh pihak keluarga besar serta institusi Polri demi kesembuhan almarhum. Perawatan intensif tidak hanya dilakukan di sejumlah rumah sakit papan atas di Kota Semarang dan Jakarta, melainkan sempat dirujuk ke rumah sakit spesialis di negara Singapura. Namun takdir berkata lain, kondisi kesadaran saraf almarhum tetap tidak menunjukkan progres pemulihan yang signifikan hingga akhirnya ia berpulang ke hadapan Sang Pencipta.
Sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan tertinggi dari negara atas dedikasi serta pengorbanan jiwa raganya saat bertugas, institusi Polri secara resmi memberikan kenaikan pangkat luar biasa satu tingkat lebih tinggi kepada almarhum menjadi Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Anumerta. Jenazah perwira teladan ini telah diberangkatkan dan dimakamkan melalui prosesi upacara penghormatan militer resmi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tegal Binangun, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, diiringi isak tangis keluarga dan penghormatan terakhir dari rekan-rekan kepolisian.