Sempat Bungkam Terkait Demo Samarinda, Gubernur Kaltim Akhirnya Buka Suara dan Beri Apresiasi Pada Masyarakat
--
MITRA AUTO - Berikut adalah informasi mengenai respon Gubernur Kaltim terkait Demo Samarinda yang sedang memanas di tengah masyarakat. Simak terus informasi di bawah ini biar kamu nggak ketinggalan!
Pada hari Selasa (21/04) unjuk rasa terhadap rencana pemerintah perihal menuntut transparansi anggaran pemerintah daerah mencapai puncak amuk publik. Ribuan mahasiswa dan masyarakat Kalimantan Timur menggelar demonstrasi besar-besaran di Kantor DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Jalan Teuku Umar, Samarinda.
Ingin tahu lebih lanjut? Baca artikel ini sampai habis ya!
Pemicu Awal Demo Samarinda
Demonstrasi terjadi bukan tanpa alasan. Pemicu awal dari demonstrasi ini adalah perihal transparansi anggaran pemerintah daerah, khususnya pengadaan mobil dinas dan pembangunan rumah jabatan Gubernur Kaltim. Massa juga mendesak DPRD menggunakan hak interpelasi.
Lautan manusia sebanyak 2000 orang berkumpul di depan Kantor DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Jalan Teuku Umar, Samarinda. Demonstran bukan hanya dari kalangan mahasiswa saja, namun juga datang dari masyarakat yang merasa keberatan dengan kebijakan dan langkah yang diambil sang Gubernur yang menurut mereka tidak ada dampaknya dalam masyarakat.
Budiman Arief, selaku Perwakilan massa dari Kedaulatan Rakyat Samarinda, dalam orasinya menyampaikan kritik terhadap tata kelola pemerintahan yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat.
“Ini kita dipimpin dan diobok-obok secara semena-mena, secara tidak profesional. Ada kesan semua ini dikondisikan, ada kongkalikong. Kita sebagai rakyat merasa dipermainkan,” ujar Budiman.
Menurutnya, dengan kondisi masyarakat saat ini yang sedang menghadapi tekanan ekonomi, di sisi lain pemerintah justru mengalokasikan anggaran besar untuk kebutuhan pejabat. Hal ini menunjukan bahwa pemerintah tidak memprioritaskan rakyat.
"Banyak uang kita dipakai, Rp 8,5 miliar untuk mobil dinas, lalu Rp 25 miliar untuk rumah jabatan. Apa maksudnya itu? Ini uang rakyat", tegasnya.